Jaket Delphi Indonesia akan segera diproduksi :
Pada postingan ini kita akan mempelajari penggunaan fungsi-fungsi konversi data dalam SQL.
Konversi Bilangan Ke dalam Bentuk ASCII
Kita dapat mengetahui kode ASCII dari suatu huruf dengan sangat mudah menggunakan fungsi ASCII. Selain itu, kita juga dapat menggunakan fungsi ORD untuk mendapatkan bilangan ASCII.
mysql> SELECT ASCII('5');
+------------+
| ASCII('5') |
+------------+
| 53 |
+------------+
1 row in set (0.00 sec)
mysql> SELECT ASCII('A'), ASCII('a');
+------------+------------+
| ASCII('A') | ASCII('a') |
+------------+------------+
| 65 | 97 |
+------------+------------+
1 row in set (0.00 sec)
mysql> SELECT ORD('A'), ORD('a');
+----------+----------+
| ORD('A') | ORD('a') |
+----------+----------+
| 65 | 97 |
+----------+----------+
1 row in set (0.02 sec)
Pada Postingan ini, kita akan belajar fungsi-fungsi yang berguna untuk mengolah data string (kata, kalimat, paragraf, dan teks). Banyak sekali fungsi string yang dimiliki MySQL, semuanya sangat penting dipelajari dan dikuasai. Sekadar informasi, biasanya data string disimpan di dalam kolom tabel dengan tipe data CHAR, VARCHAR, atau TEXT.
Konversi String Menjadi Huruf Kecil
Apapun bentuk huruf dari karakter yang ada, dapat dikonversi ke dalam format huruf kecil, menggunakan fungsi LCASE. Selain LCASE, pada MySQL juga dapat digantikan dengan perintah LOWER. Untuk memperjelas, berikut dua contoh yang dapat Anda coba.
mysql > SELECT LCASE('MYSQL COMMUNITY');
+-----------------------------+
| LCASE('MYSQL COMMUNITY') |
+-----------------------------+
| mysql community |
+-----------------------------+
1 row in set (0.02 sec)
mysql > SELECT LOWER('MYSQL COMMUNITY');
+-----------------------------+
| LOWER('MYSQL COMMUNITY') |
+-----------------------------+
| mysql community |
+-----------------------------+
1 row in set (0.02 sec)
Konversi String Menjadi Huruf Besar
Kebalikan dari fungsi LCASE adalah UCASE. Dengan menggunakan fungsi ini, Anda dapat mengonversi string dengan format huruf kecil menjadi huruf besar. Selain fungsi UCASE, kita juga dapat menggantinya dengan fungsi UPPER. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat melihat syntax berikut:
mysql > SELECT UCASE('mysql community');
+-----------------------------+
| UCASE('mysql community') |
+-----------------------------+
| MYSQL COMMUNITY |
+-----------------------------+
1 row in set (0.00 sec)
mysql > SELECT UPPER('mysql community');
+-----------------------------+
| UPPER('mysql community') |
+-----------------------------+
| MYSQL COMMUNITY |
+-----------------------------+
1 row in set (0.00 sec)
Bagi Anda yang sebelumnya (pada saat SMU) mengambil jurusan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), kami yakin sebagian dari Anda telah paham dengan logaritma. Dalam postingan ini, Anda akan dipermudah dengan menggunakan fungsi logaritma yang disediakan oleh MySQL.
Mengenal Logaritma
Logaritma merupakan jumlah perpangkatan dari suatu bilangan. Logaritma basis 2 (LOG 2) merupakan nilai pangkat dari bilangan 2. Sedangkan logaritma basis 10 merupakan nilai pangkat dari bilangan 10.
Nilai Logaritma Basis 2 dengan LOG
Untuk mencari nilai logaritma basis 2, Anda dapat menggunakan fungsi LOG2. Perintahnya sebagai berikut:
RAND
Fungsi RAND digunakan untuk menghasilkan susunan angka yang bersifat acak.
mysql> SELECT RAND(); +------------------+ | RAND() | +------------------+ | 0.60239399280622 | +------------------+ 1 row in set (0.00 sec) mysql> SELECT RAND(2), RAND(10), RAND(20); +------------------+------------------+------------------+ | RAND(2) | RAND(10) | RAND(20) | +------------------+------------------+------------------+ | 0.65558664654902 | 0.65705152196535 | 0.15888261251047 | +------------------+------------------+------------------+ 1 row in set (0.01 sec)
SQRT
Fungsi SQRT dapat digunakan untuk mencari akar kuadrat dari suatu bilangan. Anda tentu masih ingat dengan akar kuadrat, bukan? Jadi, akar merupakan perkalian dua bilangan yang sama sehingga menghasilkan suatu bilangan hasil. Untuk dapat lebih mudah memahami perintah di atas, Anda dapat mempraktikkan beberapa perintah berikut:
mysql> SELECT SQRT(81); +----------+ | SQRT(81) | +----------+ | 9 | +----------+ 1 row in set (0.02 sec) mysql> SELECT 9 * 9; +-------+ | 9 * 9 | +-------+ | 81 | +-------+ 1 row in set (0.00 sec) mysql> SELECT SQRT(4), SQRT(9), SQRT(16), SQRT(25); +---------+---------+----------+----------+ | SQRT(4) | SQRT(9) | SQRT(16) | SQRT(25) | +---------+---------+----------+----------+ | 2 | 3 | 4 | 5 | +---------+---------+----------+----------+ 1 row in set (0.00 sec)
Dalam tulisan ini kita akan membahas tentang penggunaan fungsi-fungsi SQL yang mendukung bilangan matematik. Fungsi-fungsi tersebut dapat digunakan untuk memformat data berbentuk integer atau numerik.
ROUND
Fungsi ROUND digunakan untuk membulatkan bilangan desimal menjadi satu nilai di atasnya ataupun nilai di bawahnya. Hal ini dapat dilakukan sesuai dengan kondisi nilai desimal yang ada di belakangnya. Jika nilai desimal (nilai di belakang koma) lebih kecil dari 5, maka bilangan akan dibulatkan ke bawah. Sedangkan jika nilai desimalnya lebih dari 5, maka bilangan akan dibulatkan satu angka di atasnya.
mysql> SELECT ROUND(2.45), ROUND(2.50), ROUND(2.51), ROUND(2.56); +-------------+-------------+-------------+-------------+ | ROUND(2.45) | ROUND(2.50) | ROUND(2.51) | ROUND(2.56) +-------------+-------------+-------------+-------------+ | 2 | 2 | 3 | 3 +-------------+-------------+-------------+-------------+ 1 row in set (0.00 sec) mysql> SELECT ROUND(2.250, 1), ROUND(2.251, 1), ROUND(2.259, 1); +-----------------+-----------------+-----------------+ | ROUND(2.250, 1) | ROUND(2.251, 1) | ROUND(2.259, 1) | +-----------------+-----------------+-----------------+ | 2.2 | 2.3 | 2.3 | +-----------------+-----------------+-----------------+ 1 row in set (0.00 sec) mysql> SELECT ROUND(2.250, 2), ROUND(2.251, 2), ROUND(2.259, 2); +-----------------+-----------------+-----------------+ | ROUND(2.250, 2) | ROUND(2.251, 2) | ROUND(2.259, 2) | +-----------------+-----------------+-----------------+ | 2.25 | 2.25 | 2.26 | +-----------------+-----------------+-----------------+ 1 row in set (0.00 sec) mysql> SELECT ROUND(2.250, 0), ROUND(2.251, 0), ROUND(2.259, 0); +-----------------+-----------------+-----------------+ | ROUND(2.250, 0) | ROUND(2.251, 0) | ROUND(2.259, 0) | +-----------------+-----------------+-----------------+ | 2 | 2 | 2 | +-----------------+-----------------+-----------------+ 1 row in set (0.00 sec)
CEILING
Fungsi CEILING dapat digunakan untuk membulatkan suatu bilangan desimal menjadi satu nilai di atasnya. Nama alias dari fungsi di atas adalah CEIL. Dengan menggunakan fungsi CEILING, semua nilai desimal baik di bawah nilai 5 atau di atas 5 akan tetap dibulatkan satu nilai di atasnya.
mysql> SELECT CEILING(2.23), CEILING(2.55), CEILING(2.90); +---------------+---------------+---------------+ | CEILING(2.23) | CEILING(2.55) | CEILING(2.90) | +---------------+---------------+---------------+ | 3 | 3 | 3 | +---------------+---------------+---------------+ 1 row in set (0.00 sec)
Pada tulisan ini akan dibahas mengenai penggunaan fungsi-fungsi trigonometri yang juga didukung dalam MySQL. Fungsi-fungsi tersebut di antaranya COS, SIN, dan TAN.
Menghitung Nilai RADIANS
Dalam menghitung nilai trigonometri dari suatu sudut, besar sudut tersebut harus dalam bentuk radian. Fungsi yang digunakan untuk mencari nilai radian adalah RADIANS. Berikut sintaks dasarnya:
mysql> SELECT RADIANS(30), RADIANS(45), RADIANS(60); +-----------------+------------------+-----------------+ | RADIANS(30) | RADIANS(45) | RADIANS(60) | +-----------------+------------------+-----------------+ | 0.5235987755983 | 0.78539816339745 | 1.0471975511966 | +-----------------+------------------+-----------------+ 1 row in set (0.01 sec)
Mendapatkan Derajat Sudut dengan DEGREES
Fungsi DEGREES dapat kita gunakan untuk mengembalikan nilai radian ke dalam bentuk derajat. Perintahnya sebagai berikut:
mysql> SELECT RADIANS(30), DEGREES(0.5235987755983); +-----------------+--------------------------+ | RADIANS(30) | DEGREES(0.5235987755983) | +-----------------+--------------------------+ | 0.5235987755983 | 30 | +-----------------+--------------------------+ 1 row in set (0.00 sec) mysql> SELECT RADIANS(60), DEGREES(1.0471975511966); +-----------------+--------------------------+ | RADIANS(60) | DEGREES(1.0471975511966) | +-----------------+--------------------------+ | 1.0471975511966 | 60 | +-----------------+--------------------------+ 1 row in set (0.01 sec)
Operasi Perkalian dengan *
Operator yang digunakan untuk operasi perkalian adalah tanda asterix (*). Dengan menggunakan operator ini, kita dapat mengalikan dua nilai atau lebih yang berbeda. Perhatikan contohnya sebagai berikut:
mysql> SELECT 10 * 6; +---------+ | 10 * 6 | +---------+ | 60 | +---------+ 1 row in set (0.01 sec) mysql> SELECT 2.5 * 10; +----------+ | 2.5 * 10 | +----------+ | 25.0 | +----------+ 1 row in set (0.03 sec) mysql> SELECT -5 * 10; +---------+ | -5 * 10 | +---------+ | -50 | +---------+ 1 row in set (0.00 sec)
Telah dikatakan sebelumnya bahwa SQL merupakan sebuah bahasa perimintaan yang melekat pada suatu SMBD termasuk MySQL. Perintahnya dapat kita sebut dengan query. Dalam penggunaannya, perintah SQL dikategorikan menjadi tiga sub perintah, yaitu DDL (Data Definition Language), DML (Data Manipulation Language,) dan DCL (Data Control Language).
Data Definition Language (DDL)
Data Definition Language (DDL) merupakan sub bahasa SQL yang digunakan untuk membangun kerangka database. Ada tiga perintah yang termasuk dalam DDL, yaitu:
CREATE : Perintah ini digunakan untuk membuat, termasuk di antaranya membuat database baru, tabel baru, view baru, dan kolom.
ALTER : Perintah ini digunakan untuk mengubah struktur tabel yang telah dibuat. Pekerjaannya mencakup mengganti nama tabel, menambah kolom, mengubah kolom, menghapus kolom, maupun memberikan atribut pada kolom.
DROP : Perintah ini digunakan untuk menghapus database dan tabel.
Apabila kita kategorikan, aplikasi yang akan kita buat dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: berbasis Stand Alone, Multy User, dan Client/Server.
Aplikasi Database Berbasis Stand Alone
Aplikasi yang berjalan Stand Alone adalah aplikasi yang hanya berjalan pada satu komputer dan hanya mampu diakses oleh satu orang dalam satu waktu. Database (Back End) berserta program aplikasinya (Front End) berada dalam satu komputer, dan pengguna mengaksesnya dalam waktu dan tempat yang sama. Biasanya, aplikasi seperti ini, kita buat untuk menangani pengolahan data atau sistem informasi yang lingkupnya kecil. Database yang sering digunakan adalah MS Access, Paradox, dBase, dan FoxPro. Sedangkan program aplikasinya bebas menggunakan apa saja, seperti Visual Basic, Delphi, atau CPP.
Aplikasi Database Berbasis Multi User
Aplikasi yang berbasis Multi User artinya program tersebut dapat digunakan oleh banyak pengguna dalam satu waktu dan dalam tempat yang berbeda. Isitilah Multi User di atas memang sangat familiar dengan bahasa kita, yaitu banyak pengguna. Pada prinsipnya, program yang dibuat hampir sama dengan jenis sebelumnya atau jenis Stand Alone. Hanya saja, pada aplikasi yang berbasis Multi User, databasenya dapat diakses secara bersama dalam satu waktu oleh 2 orang atau lebih. Konsepnya sangat sederhana, dengan cara membuat sebuah aplikasi Stand Alone, kemudian database-nya kita Sharing (bagi pakai) kepada komputer lain yang hendak mengakses database tersebut. Database yang dapat digunakan sama, yaitu: MS Access, dBase, dan Paradox.