Manajement Keuangan Keluarga.. Perlukah ?

Ceritanya begini …

Apakah Anda dan pasangan Anda sering bertengkar karena masalah keuangan? Apakah Anda sering berbeda dalam memanfaatkan pendapatan keluarga? Apakah Anda berharap bahwa pasangan Anda bukan “orang yang pelit” atau “pembelanja yang boros”?. Manajemen keuangan merupakan hal sangat penting yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan dalam hubungan, terutama dalam pernikahan. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan kebutuhan fisikal. Oleh karenanya, manajemen keuangan menjadi sangat penting. Lebih dari sekadar fisik, kelangsungan emosi keluarga juga sangat dipengaruhi oleh stabilitas keuangan keluarga.
Uang seperti sebilah pisau, bisa memperkaya pernikahan atau menghancurkannya. Hal ini dapat mengakibatkan ketidakpercayaan, mendahulukan diri dari pada keluarga, ketidakjujuruan, atau bahkan perceraian. Masalah keuangan keluarga sering kali terjadi karena kurang pahamnya individu-individu di dalam keluarga tersebut mengenai pengetahuan keuangan dan kebiasaan keuangan yang buruk.

Sumber : Sinar Harapan

Selama ini mungkin banyak yang terbiasa menggunakan penghasilan terutama hanya untuk membiayai kebutuhan-kebutuhan mendesak jangka pendek, seperti belanja bulanan, telpon, listrik, jalan2, transportasi ke tempat kerja, dan lain-lain.🙂 Padahal, kebutuhan keluarga sebetulnya tidak hanya itu. Kebutuhan keluarga yang sering kurang dipikirkan biasanya adalah kebutuhan jangka panjang yang harus dipenuhi di kemudian hari. Misalnya pendidikan anak, pensiun, membeli rumah atau kendaraan, dan banyak lagi lainnya. Biasanya kita tidak bisa segera memenuhi kebutuhan semacam ini, sehingga kita perlu waktu untuk menyiapkan dananya terlebih dahulu dengan cara menabung dan berinvestasi.


Gw sudah mempunyai rencana pengelolaan keuangan jangka pendek dan jangka panjang seperti tersebut diatas. Namun gw ngerasa pola pengelolaan keuangan keluarga yang gw jalanin saat ini kurang berhasil karena masih saja timbul kesulitan yang menyebabkan berbagai masalah. Masalah keuangan ini misalnya defisit anggaran belanja😀, tidak bisa menabung, terjerat hutang, dan lain sebagainya. Selain itu untuk mempersiapkan kebutuhan jangka panjang mungkin kurang matang dan lengkap. Misalnya gw hanya mempersiapkan investasi untuk pendidikan anak saja padahal paling tidak harus dipersiapkan juga bagaimana mempersiapkan pensiunnya. Wah, ini bikin gw lier bener. Investasi itupun dilakukan tanpa mengetahui apakah dana tersebut akan mencukupi nantinya. Agar tidak terjebak dalam masalah ini dan bisa mengatur keuangan dengan baik, maka perlu mengetahui seluk beluk masalah keuangan keluarga. Namun sering terjadi orang tidak mengetahui seluk beluk perencanaan keluarga karena kurangnya pengetahuan tentang perencanaan keuangan.

Well, untuk mengatasi masalah ini gw memulai untuk melakukan perencanaan keuangan keluarga dengan cara membuat anggaran belanja secara rutin terlebih dahulu. Anggaran belanja atau budgeting atau arus kas yaitu catatan pemasukan dan pengeluaran rutin bulanan.

Pemasukan terdiri dari penghasilan dan istri klo bekerja yaitu gaji, bonus, komisi, bunga deposito, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk pengeluaran, maka gw bagi menjadi 3 alokasi pengeluaran yang diprioritaskan, yaitu:

1. Alokasi pengeluaran cicilan hutang
Membayar kewajiban hutang gw terlebih dahulu, sebelum membayar pengeluaran yang lain, karena jika terlambat gw bisa terkena penalty juga bunganya terus berjalan. Jaga total cicilan hutang bulanan agar tidak lebih dari 30% dari penghasilan, sehingga sisa penghasilan masih cukup untuk membayar kebutuhan hidup lainnya. Jika sampai yang satu ini tidak terpenuhi, ehmmm pasti bakal sudah untuk memanage kebutuhan yang lainnya.

2. Alokasi pengeluaran untuk setoran tabungan & investasi
Setelah membayar cicilan hutang atau jika belum mempunyai hutang dimanapun, prioritaskanlah untuk melakukan setoran ke tabungan terlebih dahulu. Karena jika menunggu dari sisa gaji baru kemudian menabung, waduh, bisa-bisa tidak ada sisanya. Usahain minimal setoran tabungan ini besarnya 10% dari penghasilan, lebih besar lebih baik.

3. Alokasi pengeluaran rumah tangga
Telpon, listrik, makanan, pakaian, transportasi, jalan-jalan adalah prioritas pengeluaran terakhir karena jumlah fleksibel, bisa dikurang atau ditambah sesuai dengan kebutuhan. Namun seringkali juga alokasi yang satu ini diprioritaskan menjadi nomor satu.

Inti dari budgeting adalah agar pengeluran kita selalu lebih kecil daripada pemasukan. Sebab jika pengeluaran lebih besar daripada pemasukan, pasti akan terjadi defisit. Akibat defisit ini, maka bisa terjadi ada pengeluan keluarga yang tidak terbayar. Untuk menutupnya, bisa-bisa menyebabkan berhutang. Dan hutang ini yang menyebabkan kondisi keuangan kita semakin gak karuan. Maka dari itu mulailah memanage keuangan keluarga. Dan bagi gw, manajemen keuangan keluarga sangat penting !

Selamat mengelola keuangan keluarga.

3 Responses to “Manajement Keuangan Keluarga.. Perlukah ?”

  1. Hana Says:

    Wah, ini buat saya penting banget. Mengingat saya sebagai seorang istri, saya harus pintar-pintar mengatur keuangan keluarga..
    bagus mas postingannya.

  2. ii Says:

    hai…
    aku bleh tanya sesuatu gak??
    aku kan mau bikin prog database dengan delphi7
    program itu mengenai pembayaran asuransi, nah disitu ada tanggal jatuh temponya
    aku pengen bikin, kalo udah mendekati waktu jatuh tempo nanti ada warning gitu.

    bantuin aku y…
    pliss
    kirim aja k mail/fs
    ku
    mizzie_ie@yahoo.com

  3. ridwan Says:

    bisa banget…
    namun anda kurang memberikan informasi dengan permasalahan anda. database apa yg digunakan dll.😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: