Kampanye Safety Riding ala ExtraVaganza

Ada yang menarik pada episode ‘Extravaganza’ di TransTV edisi Sabtu 22 November 2008. Apanya ? Lucu adegan komikalnya ? Bintang Tamunya ? atau D’Masiv yang tengah naik daun dan unjuk gigi di sela cerita ‘Extravaganza’ ?
Bukan itu semua, tapi kali ini acara reguler komedi ini tampil dengan isi cerita yang sedikit berbeda. Ya, dengan nuansa kampanye ‘Aman Berkendara’ garapan Direktorat Jendral Perhubungan Darat. Dirjenhubdat inilah yang saat ini tengah gencar-gencarnya menyuguhkan berbagai ilmu pengetahuan kelengkapan aman berkendara secara ideal kepada masyarakat luas. Penggunaan helm berkualitas, jaket, sarung tangan dan sepatu menjadi kewajiban pengendara saat berada di jalan raya. “Jika terjadi kecelakaan, ya nggak
parah-parah amat !”, seloroh Sogi.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Mitos tentang Merokok

Suatu hari di tempat praktek ada seorang pasien berkata, “Dok, saya mencari obat untuk berhenti merokok. Saya sudah kecanduan banget. Ngga bisa berhenti nih!” Hmm, andai saja ada pabrik obat yang menjual “Obat berhenti merokok” dan orang benar-benar bisa berhenti merokok karenanya.

merokokMerokok merupakan masalah klasik yang sudah lama menghiasi kehidupan manusia. Meski rata-rata perokok sudah mengetahui bahwa rokok dapat menyebabkan penyakit jantung, impotensi, kanker dan lain-lain -seperti yang tertulis pada setiap akhir iklan rokok (walaupun hanya sesaat), namun kenyataannya orang masih saja merokok. Ironisnya, akibat yang ditimbulkan bukan hanya bagi mereka yang menghisapnya, perokok pasif juga harus menanggung beban ini. Ada banyak alasan yang digunakan perokok ketika disarankan untuk berhenti. Dan alasan-alasan tersebut kini menjadi mitos yang harus dipatahkan! Nah, berikut adalah mitos-mitos seputar rokok:

Mitos 1: Dengan merokok saya terlihat macho/sexy
Tepatnya, pabrik rokok mengharapkan anda berpikir seperti itu. Mungkin awalnya memang iya, tapi tunggu saja. Merokok dapat menimbulkan kulit keriput dan gigi kuning. Merokok juga berkontribusi pada osteoporosis atau pengeroposan tulang. Kalau sudah begitu, tubuh tidak lagi tegap. Dan yang lebih penting, merokok dapat menyebabkan impotensi. Apa itu yang namanya macho/sexy?

Mitos 2: Berhenti merokok bisa membuat saya gemuk
Bertambanya berat badan banyak dialami orang yang mencoba berhenti merokok. Hal ini terjadi karena kebiasaan menghisap rokok kini berganti dengan makan. Namun dengan merencanakan diit gizi yang sehat dan meningkatkan aktivitas akan membantu kita memecahkan masalah ini. Bahkan, dengan olahraga, tidak hanya masalah berat badan saja yang dapat diatasi, namun stamina dan kapasitas paru yang hilang ketika merokok juga dapat dikembalikan.

Mitos 3: Saya akan berhenti ketika saya hamil
Mungkin akan lebih sulit untuk hamil bila anda merokok karena merokok adalah penyebab mayor dari infertilitas. Wanita yang merokok memiliki resiko keguguran dan komplikasi selama kehamilan yang meningkat.

Next..

Driving in Jakarta for Dummies

Are you from outside of Indonesia? Do you have plans to go on a trip to Jakarta? Will you be driving by yourself there? Well here are a couple of rules that you should zealously obey if you want to survive on the streets of Jakarta.

Rule #1
Unless you want to be constantly cut off by other cars, don’t leave any room between your car and the one in front of you. Bumper to bumper driving is a must. Your average Jakartan drivers can’t stand vacant spots in traffic. So every time someone catches sight of an idle space you can bet your ass he’ll fill it in. Kinda like Tetris.

Rule #2
Due to the hardships they have to face on a daily basis, some Jakartans are partly losing the ability to show compassion to other people. Inside their minds, self interest is the foundation of their morality. Of course this is just a polarization on my part. But you have to be prepared to fall victim to queue breakings. And trust me on this, when most of the people breaks queues, swallowing your pride and anger might be a better idea. Bear in mind that rule #1 helps a lot when you’re defending your place in a line.

Rule #3
Some Jakartans considers the fast lane to be the most comfortable lane. Which is where they can drive at their own pace as they creep through traffic and let the car in front of them disappear in the horizon.
Unfortunately this also means getting in our way. Some cars are even slower than the eighteen-wheeler on the slow lane. They have no empathy, I tell ya’. Rule # 3 is to avoid staying too long behind one of those snails and if you’re feeling up to it, flashing the universal sign of ultimate disrespect – however impolite and immature – offers a relief to some degree.

Rule #4
Most motorcyclists and public transportation drivers here have no respect whatsoever to red lights. All they care about is getting to where they need to be faster than you can hit the breaks.

umumThis is a very common sight in Jakarta. You’ll also notice that there’s a cop on a motorcycle on the other side of the intersection. Think he can bust 20-30 riders? Don’t think so. Here’s Rule #4: treat every single green light as a red light. You’ll never know when some asshole will pop up at the next intersection.

Rule #5
If you’re in a traffic accident (God forbid), whomever is perceived to have more money is always the one that gets the blame. (e.g. You’re driving a car and hit a motorcycle running a red light. Guess who’s going to pay? You!) Don’t ask why. That’s just how it works here. If you can’t stand it, better go somewhere else… like Timbuktu, for example.

Rule #6
It should be obvious by now to expect some scratches on your car after a couple of days of driving in Jakarta. (Even US soldiers should consider getting driving lessons in Jakarta before deploying to the streets of Iraq).
So if you’re renting a car or even buying one, think twice before you say no to the insurance.

That’s it for now, if I come across some more tips, I’ll add it to the list.

sumber: millis variomatic

Presiden dan Calon Presiden

Aku sebenarnya orang awam di bidang politik, kurang tahu dan sebenernya juga kurang tertarik. Aku bukanlah simpatisan salah satu parpol atau pengikut salah satu presiden. Tapi ada uneg-uneg di hati yang seringkali minta untuk disalurkan. Dibawah adalah opini pribadi saya tentang presiden dan calon presiden yang mulai terdengar di mass media.

1. Presiden Soekarno, aku belum ada di jaman ini. Yang aku baca dari buku2 SD hingga SMA, Bapak ini adalah bapak proklamator, seorang orator ulung yang bisa membangkitkan semangat nasionalisme rakyat Indonesia. Seorang Don Juan yang diidolakan oleh banyak wanita serta doyan wanita-wanita muda. Dari mass media aku baca beliau terpeleset gara-gara PKI. Juga dikhianati oleh pembantunya yang bernama Soeharto yang akhirnya menjadi penggantinya. Tidak banyak detail yang aku ketahui dari Bapak proklamator ini.

2. Presiden Soeharto, aku cukup lama merasakan kepemimpinan beliau ini, dari lahir hingga 1997 saat ia jatuh. Saya lihat beliau adalah pemimpin yang punya visi dan misi. Target jangka pendek dan jangka panjangnya sangat jelas. Rakyat bisa hidup cukup enak dijamannya. Kontroversi seputar pengambil alihan kekuasannya dari Soekarno terus menimbulkan pro dan kontra. Sangat bagus kalau sebenarnya beliau mundur pada tahun 1980-an. Tapi karena manusia punya watak yang tamak, ia berusaha melanggengkan kekuasaannya dengan cara membikin orang2 dilingkaran kekuasaannya menjadi presiden2 kecil di departemennya yang bisa berbuat semaunya. Buntutnya korupsi menjadi tidak terkendali. Kekuasaannya hampir absolut, demokrasi hanya sebagai kedok. Anak-anaknya juga ikutan menjarah tanah air sendiri juga menghisap darah dan keringat rakyat. Pengusaha2 yang dekat dengannya juga ikutan menjarah harta rakyat. Lepas dari itu semua, beliau telah membikin Indonesia selangkah lebih maju dari jaman Soekarno.

3. BJ. Habibie, Beliau menjadi presiden bukan karena ia berkeinginan. Hanya karena kondisi sehingga ia jadi presiden. Orang yang cerdas tetapi terlalu lugu dalam politik. Karena ingin terlihat bagus, ia membuat blunder dalam masalah timor timur. Lepaslah salah satu provinsi yang dengan susah payah di kuasai dan telah mengorbankan banyak kusuma bangsa. Hmmm, no more comment.

Presiden yang lain..

Workaholic

workaholicJam kerja seseorang umumnya berkisar antara 8 hingga 9 jam perhari, tapi terkadang waktunya akan lebih panjang bila tengah banyak kerjaan atau dikejar tenggat. Kelebihan waktu  kerja atau lembur, biasanya tidak terlalu sering terjadi. Tapi pada beberapa orang, waktu kerja terkesan tak ada batasannya. Bahkan, banyak pula yang membawa tugasnya ke rumah. Orang-orang yang kerap melakukan ini, kemungkinan besar mengidap penyakit ‘gila kerja’ (workaholic).

Secara definitif, gila kerja sangat berbeda dengan pekerja keras (hard worker). Seorang pekerja keras, umumnya sangat menyadari pentingnya pekerjaan demi kebutuhan hidup, sehingga rajin dan menghargai waktunya di tempat kerja. Sedangkan seorang yang sudah gila kerja, lebih tepat dibilang ketagihan bekerja karena lebih menikmati hidup bila tenggelam dalam pekerjaan. Pegawai di Jepang merupakan contoh ekstrimnya, karena mereka menghabiskan sekitar 12 jam setiap hari atau lebih dari 40 jam seminggu dengan bekerja di kantor .

Belakangan gejala gila kerja tak hanya menghinggapi warga Jepang, tapi juga di sejumlah kota-kota besar dunia, termasuk Jakarta. Beban hidup yang makin berat, membuat seseorang tanpa sadar dituntut untuk terus bekerja keras setiap harinya. Pada akhirnya, mereka tak lagi bekerja untuk hidup tapi hidup untuk bekerja. Padahal, hidup yang berkualitas adalah kehidupan yang seimbang. Berikut ini beberapa gejala ‘gila kerja’ dan bagaimana yang sebaiknya Anda lakukan:

selengkapnya

Donald Duck’s Virus

duck's virusSetelah browsing diinternet dan berpusing2 ria ngebenerin komputer tetangga yang kena virus donal bebek, akhirnya bersih juga. Virus Donal Bebek dibuat menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic dan terdeteksi sebagai vbWorm.EXE. Salah satu ciri khas virus ini adalah mengandung kata “Bulu Bebek”. Bulu Bebek menyembunyikan folder/subfolder pada flash disk dan membut file duplikat sesuai dengan nama folder/subfolder tersebut untuk mengelabui user. Untuk membersihkannya, coba langkah berikut ini:

1. Sebaiknya putuskan komputer yang akan dibersihkan dari jaringan (jika terhubung ke Local Area Network/LAN).
2. Disable “System Restore” untuk sementara selama proses pembersihan berlangsung (jika menggunakan Windows ME/XP).
3. Matikan proses virus yang sedang aktif di memori, untuk mematikan proses virus ini gunakan tools pengganti taks manager seperti procexp, kemudian matikan proses virus yang mempunyai icon “Folder”.
4. Repair registry Windows yang sudah diubah oleh virus. Untuk mempercepat proses tersebut salin script dibawah ini pada program notepad kemudian simpan dengan nama repair.inf. Jalankan file tersebut dengan cara:

* Klik kanan repair.inf
* Klik Install

[Version]
Signature=”$Chicago$”
Provider=Vaksincom Oyee

[DefaultInstall]
AddReg=UnhookRegKey
DelReg=del

More Complete