Tingkatan Aplikasi Database

Apabila kita kategorikan, aplikasi yang akan kita buat dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: berbasis Stand Alone, Multy User, dan Client/Server.

Aplikasi Database Berbasis Stand Alone

Aplikasi yang berjalan Stand Alone adalah aplikasi yang hanya berjalan pada satu komputer dan hanya mampu diakses oleh satu orang dalam satu waktu. Database (Back End) berserta program aplikasinya (Front End) berada dalam satu komputer, dan pengguna mengaksesnya dalam waktu dan tempat yang sama. Biasanya, aplikasi seperti ini, kita buat untuk menangani pengolahan data atau sistem informasi yang lingkupnya kecil. Database yang sering digunakan adalah MS Access, Paradox, dBase, dan FoxPro. Sedangkan program aplikasinya bebas menggunakan apa saja, seperti Visual Basic,  Delphi, atau CPP.

Aplikasi Database Berbasis Multi User

Aplikasi yang berbasis Multi User artinya program tersebut dapat digunakan oleh banyak pengguna dalam satu waktu dan dalam tempat yang berbeda. Isitilah Multi User di atas memang sangat familiar dengan bahasa kita, yaitu banyak pengguna. Pada prinsipnya, program yang dibuat hampir sama dengan jenis sebelumnya atau jenis Stand Alone. Hanya saja, pada aplikasi yang berbasis Multi User, databasenya dapat diakses secara bersama dalam satu waktu oleh 2 orang atau lebih. Konsepnya sangat sederhana, dengan cara membuat sebuah aplikasi Stand Alone, kemudian database-nya kita Sharing (bagi pakai) kepada komputer lain yang hendak mengakses database tersebut. Database yang dapat digunakan sama, yaitu: MS Access, dBase, dan Paradox.

Aplikasi Database Berbasis Client/Server

Untuk membuat aplikasi yang berbasis Client/Server, kita pasti membutuhkan aplikasi database yang bertindak sebagai Server (pusat) data dan komputer yang dijadikan sebagai Client (pengakses). Sehingga dalam aplikasi ini, kita harus menggunakan database server sebagai media penyimpanan datanya. Dari kemampuan datanya, aplikasi yang berbasis Client/Server tentu memiliki kemampuan, data dapat diakses oleh dua orang atau lebih dalam satu waktu.

Yang membedakan antara aplikasi Multi User dan Client Server sebagai berikut:

  • Aplikasi Multi User belum tentu Client/Server.
  • Aplikasi Client/Server pasti juga berbasis Multi User.
  • Aplikasi Multi User sifat databasenya hanya di-sharing (bagi pemakaian/ pemakaian bersama-sama).
  • Aplikasi Client/Server sifat databasenya berjalan dalam jaringan dengan sistem Remote.
  • Aplikasi Multi User dapat menggunakan SMBD biasa, yaitu Access, Paradox, atau dBase.
  • Aplikasi Client/Server, databasenya harus berbasis Database Server, seperti MySQL, dan PostgreSQL.
  • Aplikasi Multi User tidak terjamin keamanan datanya.
  • Aplikasi Client/Server sangat terjamin keamanan datanya, karena mampu menangani autentifikasi user.

2 Responses to “Tingkatan Aplikasi Database”

  1. bprasetio Says:

    Anda melupakan tingkatan arsitektur yang lain, yaitu Multi-Tier (n-Tier) dimana dibutuhkan minimal 3 tier, yaitu Presentation, Logic dan Data Tier.

    Selengkapnya silahkan tanya eyang google.

  2. noryahya Says:

    Memang pada tingkatan ini sengaja belum saya postingkan.😀 Mengingat pada tingkat ini cukup kompleks dan banyak yg harus di jabarkan. pada kesempatan yang lain pasti akan saya ulas.😀 (Mode On ngeles)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: